Cerita panas awalnya emailan langsung di ajak ngentot

5397 views

Cerita panas awalnya emailan langsung di ajak ngentot – beberapa bulan lalu aku buka groups di yahoo tentang curhat gratis. Nah di groups itulah aku biasa ngasih pendapat atau jalan keluar atau sekedar teman ngobrol, bahkan terkadang menjadi pendengar yg baik. Meskipun begitu, aku tak pernah minta bayaran. Tak lama berselang setelah membaca e-mail tersebut aku telpon Shasa, “Selamat pagi Mbak, ini dari Herrdun, aku sudah baca e-mail dari kamu. ” “Oh Herrdun, hai tidak nyangka loh kamu langsung telpon, eh tapi ngomong-ngomong jangan panggil Mbak dong, panggil aja Shasa, Ok. ” Begitulah awal telpon kami dan pada telpon itu kami langsung akrab, dia banyak cerita tentang dirinya, kesepiannya, dan betapa butuhnya dia akan seorang teman.

Cerita panas awalnya emailan langsung di ajak ngentot

Selang beberapa lama kami telpon dia berkata seperti ini. “Eh Herrdun, dari pada ngomong di telpon, mending kita ketemuan aja yuk, kamu mau tidak? ” Aku langsung aja mengiyakan dan aku tanyakan ketemuan dimana. Dia menjawab, “Kita ketemuan di Blok m plaza lt. 6 di cafe jepang depannya firesteak mau tidak? ” Kebetulan aku tahu tempat itu dan aku langsung mengiyakan tapi aku langsung ngomong, “Tapi aku takut Shasa kecewa terhadap aku” “Kecewa soal apa Herrdun, ” tanya Shasa dengan cepat. “Aku takut kalau aku tak seperti apa yg Mbak bayangkan, Mbak aku mau jelasin tentang diri aku dulu.

Aku pria dengan tinggi 169 cm dan berat 57 kg, pekerjaanku adalah seorang graphic design, menurut temen-temen aku, aku punya wajah yg lumayan ganteng, tapi sayang Mbak. ” “Sayang kenapa Herrdun. ? ” tanya Shasa dengan penasaran, aku langsung bilang, “Begini Mbak, aku punya kekurangan yaitu kaki kiriku lebih kecil dari yg sebelah kanan, jadi jalanku pincang, maka dari itu walau wajahku lumayan, banyak cewek yg tidak menghiraukan aku. ” Namun Shasa langsung tertawa dan berkata, “Herrdun. Herrdun yg seperti itu aja kamu pikirkan, sudah tidak usah kecil hati pokoknya aku tahu dibalik kekurangan kamu pasti banyak kelebihan yg kamu punya, lagi pula foto kamu yg di groups lumayan ganteng kok, ya khan? ! ” “Makasih ya Shasa, tidak banyak loh orang yg bilang begitu. ” dalam hatiku lega rasanya.

“Oh ya Herrdun. sebenarnya aku mau tanya sesuatu boleh. ? ” “Boleh. ” sahutku dengan cepat, “Emm Herrdun, ukuran peler kamu berapa sih. ? ” Bukan main, diberi pertanyaan seperti itu, alangkah kaget bukan kepalang, soalnya baru kali ini aku dapat pertanyaan seperti itu, tapi dengan jujur aku katakan padanya, “Ukuran peler aku panjangnya 17 cm dengan diameter 3, 5 cm, emangnya kenapa? ” “Wow. itu bener tuh, tuh kan apa Shasa bilang dibalik kekurangan kamu pasti kelebihan kamu banyak. ! ” Kami pun tertawa. “Iya sudah deh temui aku jam 2 nanti yach jangan sampai telat ok. ” “Ok deh Shasa. sampai ketemu nanti yach. ” Setelah mandi dan siap-siap aku langsung meluncur ke Blok m.

Sampai disana kira-kira jam 2, ups aku telat nih, aku langsung naik lift ke lantai 6 dan langsung belok kanan, karena aku sudah hafal lokasi disana. Sampai disana aku langsung kaget bukan kepalang, dalam hatiku berkata, apakah ini yg namanya Shasa, wah cantiknya bukan main, dengan kulit putih, mulus, dengan ukuran bra 34, wah cantik banget, sampai-sampai aku berfikir untuk membatalkan niatku untuk ketemu sama dia, tapi janji adalah janji aku harus tepati. Aku langsung menuju kearahnya dan dia menyapaku lebih dulu, “Hai, kamu Herrdun kan. ? ” “iya, kamu Mbak Shasa yah. ” “Tuh kan dibilang jangan panggil Mbak, kok tetep panggil Mbak sih. ” kami pun tertawa dengan terbahak-bahak. Sambil memesan minuman kami langsung akrab layaknya teman yg sudah lama tidak bertemu, saling bertanya ini itu, termasuk soal sex.

Ketika keluar ternyata hujan deras, tapi mobil Tarunanya bisa melaju dengan mulus ditengah hujan deras. Namun sial beberapa saat kemudian wiper mobil Shasa macet, terpaksa aku harus turun tangan untuk membetulkan wiper tersebut, mau tidak mau aku harus turun dan hujan-hujanan. Sambil membetulkan wiper bisa kulihat Shasa sepertinya tersenyum kepadaku, sungguh manis senyuman itu. Setelah selesai aku langsung masuk mobil dan bajuku basah semua.Dengan gayanya yg sambil memegang rokok, dalam hati aku berkata, benar-benar indah dan sexynya wanita ini, betapa bodohnya pria yg meninggalkan sendiri wanita ini. Dan tanpa kami sadari puluhan puntung rokok telah kami habiskan, waktu pun telah menunjukan jam 5 sore, dan Shasa memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan ini di apartemennya saja, “Herrdun kita lanjutin ngobrolnya di apartemenku aja yuk, dari pada disini terus bosen. ” Setelah membayar billing kami pun langsung meluncur ke apartemennya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Shasa cuma tertawa dan bilang, “Makasih yach Herrdun, oh ya nanti begitu sampai di apartemenku kamu ganti baju yach, nanti masuk angin, biar baju kamu di kasih ke laundry paling 1 jam selesai ok. ” Aku Cuma bisa mengganguk dan membuka baju kemejaku sehingga aku cuma pakai kaus dalam saja, tak kusangka Shasa di balik kemudi itu dia memberhatikan aku dia bertanya, “Wah Herrdun tato kamu bagus juga yach. ” “Iya nih, lucu yach. ” kami pun tertawa bersama. Tibalah kami di apartemen, setelah memarkir mobil tarunanya, kami langsung menuju lift ke lt. 32, kebetulan didalam lift itu cuma ada kami berdua. Aku berdiri di belakang Shasa, dan bisa kulihat betapa indahnya pantat itu Oh. Andai saja aku bisa memiliki dirimu Shasa. , ditengah lamunanku Shasa nyeletuk, “Ayo ngelamun apa, ngelamun jorok yach. ? ” “Ah tidak kok Shasa. ” Mukaku memerah ketika dia mengatakan hal itu.

Setelah tiba di apartemennya aku langsung membuka bajuku yg sudah basah kuyup karena kehujanan, “Herrdun pakai kimono aku tuh, yg di atas kasur. ! ” Wah ternyata semua bajuku basah termasuk celana dalamku, maka mau tidak mau aku harus mencopot semua, dan aku pakailah kimono tersebut, sungguh kimono yg bagus, wangi, dan halus. Setelah selesai aku langsung keluar kamar dan di meja sudah tersedia sebuah capucino hangat. “Shasa kamu dimana. ? ” “Sebentar aku lagi mandi nih, kamu minum aja dulu capucinonya biar badan kamu hangat. ” Aku langsung duduk dan minum capucinonya, sambil menyalakan tv, bisa kulihat betapa banyak koleksi dvd porno yg dia miliki.

Pintu kamar mandi pun terbuka, bisa kulihat betapa indah tubuhnya, dibalik sebuah handuk yg tebal masih saja tampak betapa sexynya wanita ini, pahanya yg putih, belahan toket nya membuat peler ku berontak dan langsung ngaceng. Bukan itu saja, ternyata Shasa langsung duduk di sofa tanpa harus mengenakan baju dulu. “Herrdun kamu kenapa. ? ” “Ah tidak, kok kamu tidak ganti baju dulu sih. ? ” “Ngapain ganti baju nanti juga kan tidak perlu baju. ? ! ” Aku terdiam mencoba mengerti maksud dibalik perkataan itu. “Herrdun mau nonton koleksi dvd aku tidak. ? ” “Wah mau banget Mbak, apalagi dingin-dingin begini. !

Aku pun langsung memilih dvd yg bagus dan langsung aku nyalakan, saat aku hendak berdiri tanpa sengaja peler ku menyenggol tangannya, “Eh, maaf Mbak. ” “Ih Herrdun kamu kok belum nonton sudah ngaceng duluan. ” “Iya nih maklum ngeliat keindahan tubuh Shasa aja sudah horny. tanpa harus ngeliat dvd pun aku sudah horny. ” Kami pun tertawa. Sambil menikmati dvd porno koleksinya kami duduk berdampingan, tak ayal lagi peler ku berontak dan ngaceng bukan main. Shasa merapatkan tubuhnya ke tubuhku, aku tahu maksud dibalik itu akupun langsung merapatkan tubuhku dan merangkul Shasa, dia hanya diam saja. Lalu tanpa dikomando tanganku langsung meraih handuk itu dan kutarik ikatannya sehingga handuk itu longgar dan tampak sedikit, betapa indah toket Shasa yg ranum dan montok.

Tangankupun mulai meraih toket indah itu, toket yg sejak tadi ingin kulumat sampai habis, Shasa hanya diam saja. Sambil mengerang dan merem melek dapat kurasakan kehangatan tubuhnya. Aku terus meremas toket indah itu, Shasa mengerang, “Achh. Herrdun. teruus sayang. nikmat banget, hangat. ” Mendengar desahan itu aku langsung membaringkan tubuh Shasa, kulepas handuknya yg sedari tadi melapisi tubuh indahnya. Wow. sungguh tubuh yg indah membuatku tak bisa bernafas sesaat. Aku terus bermain dengan lidahku menjilati, mengulum dan terkadang menggigit kecil putingnya yg indah. dia menggeram, “Ohh. Herrdun. nikmat. terus sayang. ” Dengan desahan seperti itu, aku terus bermain dengan toket nya. Setelah beberapa lama dapat kurasakan tangannya menuntun kepalaku untuk menuju nonok nya.

Aku bisa memahami hal ini dia minta aku untuk menjilati nonok nya, kepalaku terus turun dari toket , perut, sampai pada nonok nya. “Wah Shasa, nonok mu harum sekali, indah. ” Dapat kurasakan cairan lendirnya yg sudah membasahi nonok indah itu. Betapa memerah dan nikmat rasanya, aku terus menjilati, mengendus dan memasukkan hidungku kedalam nonok nya, kumainkan lidahku di klitorisnya, dia mengerang keenakan. Aku terus memainkan lidahku tak berapa lama bisa kurasakan denyutnya semakin kencang, tubuh Shasa mengejang dan akhirnya dia berkata “Herrdun. terus, aku mau keluar nich. achh. Herrdun aku. keluar. ” “Ach.

Sungguh kamu hebat memainkan lidahmu sayang, terima kasih yach. ” Setelah puas dia langsung membuatku terlentang dibawahnya sepertinya dia ingin membalas apa yg aku perbuat padanya. Dia jilati tubuhku, dari bibir, kuping, leher, dadaku, sungguh sebuah sensasi indah yg kurasakan saat lidahnya bermain di putingku. “Oh Shasa. , teruss. ohh. ” Sungguh aku sangat menikmatinya, dia terus memainkan lidahnya di tubuhku sehingga tubuhku basah oleh air liurnya dia terus menjelajahi tubuhku sampai ke peler ku. Dan dia pun langsung memasukkan peler ku ke dalam mulut mungilnya, dibalik indah bibirnya dapat kulihat peler ku sepertinya tampak besar berada dimulutnya, tapi ini sungguh nikmat.

“Herrdun, peler kamu enak banget, sayang. Aku habiskan yach Herrdun. ” “Terus Shasa. , nikmatilah peler ku sesuka hati kamu. ohh. nikmati Shasa. ” Dia terus menikmati peler ku, dari kepala sampai ke biji-bijiku dia lumat semua, sungguh nikmat bibir itu. Dia terus memainkan peler ku, digoyangkan ke kanan-kekiri, memasukkan mengeluarkan. dari teman di email sampai ku menikmati tubuhnya

Ohh. , selang beberapa lama kurasakan peler ku mulai mengejang, aku rasa aku mau keluar “Shasa. aku mau keluar nih. ” Mendengar itu dia semakin cepat mengulum peler ku “Biar Herrdun keluarkan saja di dalam mulutku, aku mau menikmati air mani kamu. ” “Shasa. Shasa. ohh. ” Kurasakan air mani ku muncrat didalam mulutnya dan bisa kulihat dia sangat menikmati itu, dia habiskan semua air mani ku dan menikmati layaknya sebuah ice cream. “Ohh. Herrdun air mani mu sungguh nikmat. ” Setelah selesai menikmati semua air mani ku, aku langsung membangkitkan dia, lalu aku ciumi semua bagian tubuhnya.

Dia kembali mengerang menikmati belaian lidahku di seluruh tubuhnya. “Shasa akan kutunjukkan sex yg sebenarnya mau. ? ” “Mau. cepat tunjukkan karena aku sudah tidak tahan lagi nih. ” Aku langsung memainkan peler ku di depan nonok nya, aku goyangkan ke kanan ke kiri tanpa memasukkan semua, aku hanya memasukkan kepala peler ku saja, aku gesekkan peler ku di klitorisnya, diapun mengerang keenakan. “Herrdun. cepat. ohh. masukan sayang. ” Namun aku tetap tak mau memasukkan semua peler ku kedalam nonok nya, aku hanya memainkan peler ku di depan saja dia mengerang dan terus mengerang menikmati goyangan peler ku di nonok nya. Tak berapa lama, “Ohh Herrdun. aku mau keluar lagi nih. Ohh. ” Semakin kencang teriakan dan erangan yg dia keluarkan, aku merasa bahwa dia akan orgasme yg kedua kalinya.

Aku langsung menjilati klitorisnya. Terus terang aku sangat menikmati lendir air mani seorang wanita, dia mengejang, nonok nya berdenyut keras. Sambil menghentakkan pantatnya ke arah mulutku dapat kurasakan cairan segar itu keluar dengan derasnya. Aku langsung menjilati dan menelan air mani yg keluar dari nonok yg indah dan memerah itu. Oh sungguh nikmat. “Herrdun. ohh. ini yg kedua orgasmeku Herrdun. ” Setelah habis air mani yg keluar, akupun kembali menjilati toket yg mengencang dan ranum itu kembali. “Herrduny. please. aku lelah. ” Namun aku tak mengindahkan apa yg dia katakan aku terus menjilati toket yg paling indah dan ranum itu. Dia terus mengerang dan menikmati cumbuanku. Namun aku tak tahan untuk segera memasukkan peler ku kedalam nonok indahnya itu.

Aku langsung membalikkan tubuhnya dan menyuruhnya untuk bersandar pada sofa, dengan gaya doggy style aku mulai aksiku. “Ohh. sungguh nikmat. nonok yg sudah dua kali mengeluarkan orgasme itu masih kencang dan rapat. ohh. ” Shasa pun mengeram menahan sodokan peler ku yg masuk menembus nonok indahnya “Ohh.

Herrdun terus. hentakkan yg hebat Herrdun. ” Kami terus berkutat dalam birahi, aku terus menggenjot dia dari belakang, setelah kurang lebih 1 jam aku terus menggenjotnya dari belakang aku mengubah posisi, aku balikkan badannya menjadi terlentang. Melihat toket yg indah itu aku langsung menjilatinya dan dengan tuntunan tangannya dia memasukkan peler ku kembali ke nonok nya. Aku terus berpacu menggenjotnya namun dalam sisi lain aku terus menjilati toket nya, menggigit dan ketika kurasakan aku akan keluar. Aku angkat kaki kirinya, bersandar dipundakku sehingga bisa kurasakan cairan air mani nya membasahi pahaku. Aku terus menggenjotnya.

“Ohh. Shasa. aku mau keluar. ” “Tahan Herrdun. kita keluar sama-sama. ” Dengan sekuat tenaga sambil mengentot aku menahan air mani ku agar tidak keluar lebih dahulu. “Ohh. aku keluarin yach. ” “Bareng. ” dengan seketika kita pun bisa merasakan muncratan-muncratan air mani di dalam nonok yg indah itu.

Kami pun terkulai lemas dan berpelukan di sofa itu, film koleksi dvd pun telah tamat sedari tadi, namun kami lebih lama berpacu dalam birahi masing-masing lebih lama dari 1 buah dvd. “Ohh. makasih yach Herrdun. ternyata benar dibalik kekurangan kamu, kelebihanmu banyak sekali, kamu bisa membuat aku orgasme 4 kali dalam sekali main. kamu hebat. ” Aku hanya bisa tersenyum dalam pelukannya. Begitulah, pertemuan pertama kami, dan aku cukup puas aku bisa memuaskan dirinya. “Herrdun. nanti kalau aku telpon kamu langsung kesini aja yach. ” “Ok deh Shasa sayang. , ” kataku manja. Kita pun sering bertemu 1 bulan terakhir ini, bahkan terkadang aku menginap di apartemennya.

Diapun terkadang memberikanku uang untuk ongkosku dan membeli bajuku, namun bukan berarti aku seorang Gigolo, aku hanya ingin menjadi teman bagi seorang yg kesepian. Namun kini suaminya sudah kembali dari luar negeri, maka terpaksa aku hentikan kegiatan berpacu dalam birahi bersamanya. Dia bilang padaku mungkin akhir bulan April ini dia akan kembali ke luar negeri. Dan kita pun bisa berpacu kembali dalam birahi kami yg tak terbendung oleh jarak dan waktu.

Incoming search terms:

Tags: #abg sange #doyan ngewe #haus sex #memek mulus

Leave a reply "Cerita panas awalnya emailan langsung di ajak ngentot"

Author: 
    author